Review PSP Slim N Lite
Mei 10, 2008Bismillah
Bila Mas Stwn punya Kupat, Neofreko punya revvi, saya punya Farah. Farah saya beli tanggal 5 Mei yang lalu, tepat dengan Kodomo no hi (hari anak2 di Jepang), berbekal tabungan dan “gaji buta”.
Alasan membeli PSP? Ada beberapa, yang terpenting karena PSP (meminjam istilah Mas Stwn) oprek-able. Dengan sedikit negosiasi plus pasang tampang miskin (emang miskin), akhirnya saya mendapat satu set PSP Slim, battery, screen-guard, case plastik, charger, MSD 4 GB Sony, 1 DVD game (b4j4qan tentu saja), dan earphone (bukan asli Sony), serta manual (alhamdulillah dalam bahasa Inggris) dengan harga 2,3 juta.
Perbedaan PSP Slim dan Fat bisa dilihat di wikipedia. Beberapa feature dan kelengkapan antara lain:
– Bisa install aplikasi bikinan orang-orang, cukup dengan menyuntik firmware (biasanya langsung diladenin begitu beli dari tokonya)
– Dengerin musik, bisa juga untuk dengerin kaiwa (percakapan dalam bahasa Jepang) downloadan dari japanesepod101.com. Yang mau ngapal surat juga bisa. Batrei tahan 6 jam (kira2, dalam kondisi display minimal). Lebih baik daripada K550 saya yang cuma 64MB dan sering ngedrop. Suaranya lumayan, walau masih kalah dengan ponsel seri W Sony Ericsson.
– Nyimpen foto, dan slideshownya. Biasa ajah…
– Nonton video. Video bukan sembarang video, karena sulit mencari UMD movie (di Indonesia). Kecuali mau download unofficialnya.
– Ngegame (yang pasti).
– Ngenet. Tinggal hidupkan wlan dan gunakan analog untuk mengarahkan pointer. Mengetik? Ada OnScreenKeyboard, walau mesti ada penyesuaian bila hendak menginputkan karakter. Mirip2 hacker di film Die Hard 4 kali yak?
– Mode sleep. Ketika asyik2 ngegame tiba2 guru datang? Gampang. Aktifkan mode tidur untuk kemudian bisa dilanjutkan kemudian, tepat di saat Zack hampir menghabisi Mammoth.
– Bisa jadi flashdisk, sayangnya Sony tidak menyertakan kabel USB 5-mini secara terpisah.
– Proses charging cepat. Kira2 2 jam. Berdasar manual.
– Intinya, dari firmware yang sudah diutak-atik, kita hampir bisa melakukan apa saja.
Kok saya jadi kayak salespersonnya Sony?? Itu dulu deh. Belum sempet ngoprek lebih dalam. Masih ada kewajiban….
UPDATE 2008-05-11T12:20:16+00:00
Saya baru mahfum kalau ternyata PSP juga bisa memutar mp4 (saya pikir hanya untuk UMD Video saja). Terima kasih untuk Mas Toni dan Mas stwn atas koreksinya. Untuk free PSP Movie bisa didownload gratis dari http://www.dailypspmovie.com
Mei 10, 2008 pada 8:07 pm
Wahh, selamat buat Farah .. eh sangprabo maksudnya. Emang kmu pake firmware versi berapa?
Untuk video, PSP support mp4. Filenya bisa dibuat dengan VLC. Namun ada ketentuan total resolusinya tidak boleh melebihi batas tertentu. Saya agak lupa tapi yang jelas 340×200 masih oke. Untuk audio codecnya, mp4a, juga punya batas bitrate. Yang jelas 192kpbs mash masuk.
Jangan lupa langganan qj.net untuk membaca update-update terbaru dari dunia PSP. termasuk homebrew app dan new games. Ironman tampak menggiurkan!
Sekali lagi, selamat bermain-main bersama Farah
Mei 10, 2008 pada 8:31 pm
Diriku masih pake 3.90 Mas. Kalo mp4 itu official atau karena firmwarenya harus diutakatik dulu? Wah, baru tahu nih.. Entar artikelnya diupdate. Thanks. Sekarang mau fokus ke kuliah dulu. Si gosong sudah mulai terpengaruh untuk ikutan beli..
Mei 11, 2008 pada 6:11 pm
aku masih pake firmware 3.80
bener toni, kita bisa konvert semua video asal formatnya sesuai dengan PSP, coba cari “video for PSP” di mesin pencari, beberapa penyedia unduh video mempunyai pilihan format video untuk PSP
Mei 11, 2008 pada 7:18 pm
Berarti memang saya yang katrok Mas.. Hehehe.. Artikelnya sudah saya update. Terima kasih infonya.